BERITA

HOME > Berita

DPRD Batu Khawatir Terjadi Prahara Bila Pemberian BOSDA Dilarang !

06 Juni 2017

 

                     Kota Wisata Batu - Terkait pemberian bantuan langsung dari Pemerintah untuk siswa SMA dan SMK dalam bentuk Bantuan operasional Sekolah dari Daerah ( BOSDA ), Komisi C DPRD kota batu telah melakukan pembahasan bersama Pemerintah Propinsi jatim, terkait bisa atau tidaknya Dana hibah yang diberikan untuk seluruh pelajar baik Negeri maupun Swasta. Hal ini dikarenakan pengelolaan SMA dan SMK sudah menjadi tanggungjawab Propinsi. DPRD Batu khawatir dan tidak yakin, bia Propinsi juga bisa memberikan bantuan tersebut, sama seperti yang saat ini diberikan Pemerintah kota Batu. “ Bila kami dan Pemkot batu sudah dilarang memberi, ini bisa jadi didemo masyarakat dan akan menjadi prahara di Kota batu” tegas Didik. “

                   Begitupula apabila jumlah bantuannya dikurangi. Kalau kurangnya masih banyak, ini bisa menjadi masalah juga bagi orangtua siswa “ imbuhnya. Untuk itu Komisi C DPRD Kota Batu, bersama Inspektorat, BPKAD, Kepala Dinas Pendidikan akan bersama mengambil sikap untuk disampaikan pada Propinsi dan BPK. “ Kami tetap sepakat , BOSDA ini dianggarkan seperti permintaan Walikota batu, supaya tidak terjadi prahara di kota batu” ucapnya.  Lebih lanjut dijelaskan, apabila biaya – biaya tersebut, yang saat ini ditanggung Pemkot batu dialihkan kepada orangtua, maka akan menimbulkan masalah pada orangtua yang tidak mampu.

                    “ Saat ini kami berpikir supaya bagaimaa tidak terjadi pelanggaran wewenang, dan Pemkot batu masih ingin memberikan Dana BOSDA yang sudah dilakukan selama ini “ imbuh Ludi Tanardo, Wakil ketua Komisi C DPRD batu. Saat ditaya awak media soal besarnya dana tersebut, Ludi mengaku untuk SMA dan SMK  dianggarkan 20,5 milyar rupiah. “ Bila seluruhnya mulai TK sampai SMA, bisa mencapai 30 milyar lebih. Untuk SMA, persiswa memperoleh bantuan Rp.125.000 rupiah perbulan, dan sementara SMK sebesar 225.000 rupiah perbulan” pungkasnya.


Tidar Sakti Live Streaming Radio